Pengguna Kondom Meningkat Pesat

Kompas.com - 20/06/2008, 17:34 WIB

SURABAYA, JUMAT - Pengguna kondom di Indonesia yang sebelumnya masih sangat rendah, dalam sepuluh tahun terakhir telah berkembang pesat hingga mencapai 100 juta biji per tahun.
     
Chief Operation Officer
Virgin Condom Sebong Health Care dari Malaysia, Rico H Effendi, di Surabaya, Jumat (20/6), mengatakan, Indonesia merupakan negara yang sangat terbuka dan positif dalam penggunaan kondom sehingga pengguna kondom berkembang pesat.

"Menurut penelitian kami,  pengguna kondom di Indonesia sebelumnya hanya sekitar tiga juta per tahun pada 1997, tapi pada 2007 sudah mencapai 100 juta biji setahun," ujarnya.

Karena itu, kata Rico, Sebong Health Care yang beroperasi dibawah Sebong Rubber Sdn. Bhd, Johor, Malaysia, kini mencoba memasarkan produknya "kondom Virgin" atau "Manjakani Condom".

"Produk ini baru dipasarkan di Indonesia. Kedepan produk ini juga akan kami pasarkan ke berbagai negara seperti Malaysia, China dan negara-negara lain," katanya.

Kondom Virgin yang diproduksi Sebong Heath Care Sdn Bhd, Malaysia, terdiri dari tiga varian yakni dotted (berbintil-bintil), ribbed (berulir) dan plain (polos). Produk yang dipasarkan dengan harga Rp5.000 per biji tersebut semuanya menggunakan kandungan "manjakani" untuk lubrikasi dan beraroma vanila.

Pasar yang dibidik untuk pemasaran kondom Virgin adalah wanita, karena berdasarkan survei 60 persen wanita tidak merasakan orgasme ketika berhubungan intim. Sementara itu, konsultan seks dan kesehatan Dr Ryan Thamrin, dalam kesempatan itu menjelaskan, kunci berlangsungnya hubungan seksual adalah memastikan hubungan itu "tepat, nikmat dan sehat".

Untuk memberikan alternatif solusi hal itu, Sebong bersama Pharma Health Care mencoba menghadirkan sensasi manjakani (Oak Gall) melalui kondom Virgin. Kondom ini membantu proses lubrikasi dan berfungsi seperti halnya "sari rapet", membuat vagina tetap kencang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau